Perokok yang budiman, you killing me softly with ur smoke !

kalimat yang ada diotak setelah membaca artikel dibawah ini, hanya satu. ASTAGHFIRULLOHAL’ADZIIIIM……………………………….

Perdulikah ‘mereka’ ???!!!

Artikel Satu

Menghirup asap rokok orang lain lebih berbahaya dibandingkan menghisap rokok sendiri. Bahkan bahaya yang harus ditanggung perokok pasif tiga kali lipat dari bahaya perokok aktif.

Setyo Budiantoro dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) mengatakan, sebanyak 25 persen zat berbahaya yang terkandung dalam rokok masuk ke tubuh perokok, sedangkan 75 persennya beredar di udara bebas yang berisiko masuk ke tubuh orang di sekelilingnya.

Konsentrasi zat berbahaya di dalam tubuh perokok pasif lebih besar karena racun yang terhisap melalui asap rokok perokok aktif tidak terfilter. Sedangkan racun rokok dalam tubuh perokok aktif terfilter melalui ujung rokok yang dihisap. “Namun konsentrasi racun perokok aktif bisa meningkat jika perokok aktif kembali menghirup asap rokok yang ia hembuskan.”

Racun rokok terbesar dihasilkan oleh asap yang mengepul dari ujung rokok yang sedang tak dihisap. Sebab asap yang dihasilkan berasal dari pembakaran tembakau yang tidak sempurna.

Berikut sejumlah zat berbahaya yang terkandung di sebuah batang rokok:
Tar
– Dalam tubuh manusia, tar memicu terjadinya iritasi paru-paru dan kanker.
– Dalam tubuh perokok pasif, tar akan terkonsentrasi tiga kali lipat dibandingkan dalam tubuh perokok aktif.

Nikotin
– Dalam tubuh manusia menimbulkan efek adiksi atau candu yang memicu peningkatan konsumsi.
– Dalam tubuh perokok pasif, nikotin akan terkonsentrasi tiga kali lipat dibandingkan dalam tubuh perokok aktif.

Karbon Monoksida
– Merupakan gas berbahaya yang dapat menurunkan kadar oksigen dalam tubuh. Pengikatan oksigen oleh karbon monoksida inilah yang kemudian memicu terjadinya penyakit jantung.
– Dalam tubuh perokok pasif, gas berbahaya ini akan terkonsentrasi tiga kali lipat dibandingkan dalam tubuh perokok aktif.

Bahan kimia berbahaya
– Berupa gas dan zat berbahaya yang jumlahnya mencapai ribuan. Di tubuh manusia, bahan kimia berbahaya ini meningkatkan risiko penyakit kanker.
– Dalam tubuh perokok pasif, bahan kimia berbahaya ini akan terkonsentrasi 50 kali lipat dibandingkan dalam tubuh perokok aktif.


Artikel Dua

Mengutip hasil kajian WHO, Budi mengatakan, lingkungan bebas asap rokok merupakan satu-satunya strategi efektif untuk memberikan perlindungan bagi perokok pasif.

Penyediaan smoking area juga tak sepenuhnya melindungi para perokok pasif dari bahaya rokok. “Penyediaan smoking area di dalam gedung sama halnya dengan kencing di sudut kolam renang, akan menyatu juga,” ujarnya. “Asap tetap akan menembus ventilasi.”

Data Global Youth Survey tahun 1999-2006, sebanyak 81 persen anak usia 13-15 tahun di Indonesia terpapar asap rokok di tempat umum atau menjadi perokok pasif. “Padahal rata-rata persentase dunia hanya 56 persen,” ujarnya.

Survei tersebut juga menunjukkan, lebih dari 150 juta penduduk Indonesia menjadi perokok pasif di rumah, di perkantoran, di tempat umum, di kendaraan umum.

Sedangkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional 2004 menunjukkan, lebih dari 87 persen perokok aktif merokok di dalam rumah ketika sedang bersama anggota keluarganya. Survei ini juga menemukan 71 persen rumah tangga memiliki pengeluaran untuk merokok.

Bila orang sakit akibat perilaku hidup yang kurang sehat, itu adalah suatu hal yang wajar. Tapi bagaimana untuk orang yang sakit, akibat dari perbuatan orang lain? Memang suatu hal yang tidak adil. Demikian yang terjadi bagi orang yang terpaksa harus menghirup asap rokok dari orang-orang sekelilingnya yang merokok.

Penyakit yang dapat diderita perokok pasif ini tidak lebih baik dari perokok aktif. Mereka menjadi mudah menderita kanker, penyakit jantung, paru dan penyakit lainnya yang mematikan. Mereka yang dikelilingi oleh asap rokok akan lebih cepat meninggal dibanding mereka yang hidup dengan udara bersih. Dan angka kematiannya meningkat 15% lebih tinggi.

Dari penelitian terhadap 1.263 pasien kanker paru-paru yang tidak pernah merokok, terlihat bahwa mereka yang menjadi perokok pasif di rumah akan meningkatkan risiko kanker paru-paru hingga 18%. Bila hal ini terjadi dalam waktu yang lama, 30 tahun lebih, risikonya meningkat menjadi 23%. Bila menjadi perokok pasif di lingkungan kerja atau kehidupan sosial, risiko kanker paru-paru akan meningkat menjadi 16% sedang bila berlangsung lama, hingga 20 tahun lebih, akan meningkat lagi risikonya menjadi 27%.

Asap rokok diketahui telah mengandung sekitar 4.000 bahan kimiawi, dimana 60 diantaranya diketahui dapat menyebabkan kanker. Pemerintah Amerika sendiri memperkirakan bahwa setiap tahunnya terjadi 3.000 kematian akibat kanker paru-paru pada mereka yang tidak merokok sebagai akibat menjadi perokok pasif.

Sumber: International Journal of Cancer

 

Artikel Tiga

Penelitian baru membuktikan ada bahaya lain bagi para perokok pasif. Yakni kalau luka pun lambat sembuhnya. Para peneliti yakin, hal ini disebabkan sel-sel tubuh yang terpapar asap rokok sulit bergerak ke wilayah yang mengalami luka.

Hasil penelitian menyebutkan akibat asap rokok tersebut sel fibroblas, yang membantu memperbaiki jaringan tubuh yang rusak jadi merekat dan kurang aktif gerakannya. Sel-sel jaringan ikat itu melekat karena asap rokok mengubah susunan kimianya. Penelitian ini dilakukan Tim dari Universitas California.

Mengomentari hasil penelitian tadi, para peneliti di Inggris mengatakan efek merokok terhadap lambannya penyembuhan luka sudah lama diketahui, hanya saja sejauh ini sangat sulit melihat pengaruhnya pada perokok pasif.

Dalam jurnal BMC Cell Biology, para peneliti dari the University of California berkeyakinan pengaruh asap rokok terhadap perokok pasif sama dengan perokok aktif. Pada perokok pasif, selain luka lambat sembuh, juga meninggalkan bekas luka yang abnormal. Ini disebabkan sel-sel ikat hanya terkonsentrasi di tepian luka, sehingga luka-luka tidak menutup kembali dengan sempurna.

Percobaan yang dilakukan terhadap tikus menunjukkan tikus-tikus yang terpapar asap rokok selama 6 bulan, luka-lukanya lebih lambat sembuh. Pada tikus yang terbebas dari asap rokok, luka-lukanya 95 persen menutup kembali dengan sempurna, setelah tujuh hari. Sementara yang menghirup asap rokok lukanya hanya menutup 85 persen.

Semua kenyataan tersebut menyadarkan kita betapa paparan asap rokok pengaruhnya begitu merusak, terutama bagi perokok pasif. Hasil penelitian ini disikapi dengan hati-hati. Dr Stuart Enoch yang bekerja di the University of Wales College of Medicine mengatakan hasil penelitian terhadap perokok pasif ini sangat menarik, tetapi harus disikapi secara hati-hati. Dikatakannya, paparan semua zat-zat berbahaya, tidak hanya asap rokok, berpengaruh buruk pada sel-sel fibroblas. “Paparan zat-zat berbahaya pada manusia itu banyak sekali variabelnya,” ujarnya.

Selain itu, ia juga khawatir pengaruh asap rokok pada sel-sel tikus berbeda dengan manusia. “Sel-sel fibroblas ini sangat sensitif terhadap pengaruh dari luar. Ibaratnya jika anda ‘meniupkan’ apa saja didekatnya, mereka akan berhenti tumbuh.” Namun, ia bisa menerima hasil penelitian bahwa luka-luka jadi lambat sembuh karena kurang aktifnya sel-sel fibroblas, “Itu sangat masuk akal,” ujar Dr Enoch. Apakah semata-mata akibat pengaruh asap rokok? Itu yang harus diteliti lebih mendalam lagi. (cy)

2 thoughts on “Perokok yang budiman, you killing me softly with ur smoke !

  1. Astaghfirullah… Ko bisa ya oran2 masih merokok??

    Kalo luka aja nggak bisa sembuh gara2 rokok, brati aku nggak isa hidup sehat dong? Selama masih ada orang yang ngrokok..

    • naah, itu dia. In front of me aja lagi ngrokok dengan semangat dan penuh perasaan, padahal sudah tau dan sadar, dia lagi di ruang ber-AC !!!. Ya kita ga bisa hidup sehat, selama orang-orang dilingkungan kita juga masih jadi budak rokok.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s