28 Oktober

dua puluh delapan Oktober, tanggal yang selalu saya ingat dan terus saya ingat melebihi tanggal bersejarah dalam hidup saya sendiri.. hari dimana seseorang terlahir di dunia yang penuh dengan perjuangan dan kerasnya hidup.

dua puluh delapan Oktober, tanggal itu seorang gadis kecil yang cantik, merah, dengan rambut yang hitam (kata ibu saya) dengan suara kecilnya dia bersuara untuk pertama kalinya di dunia, menandakan bahwa ia siap menjadi salah satu penghuni dari sekian ribuan, jutaan, bahkan milyaran orang yang hidup di bawah langit ini.

dua puluh delapan Oktober, hari ini saya menyaksikan rekan, partner saya, dikelilingi mahasiswanya menyanyikan lagu Happy birthday dilengkapi dengan kue tart dan lilin yang menyala di atasnya..  meriah… meski itu masih didalam ruangan yang penuh dengan headset dan kamus bahasa Inggris.

I remember her,,, my lovely sister..

Dulu waktu saya kecil, sempet saya benci dia, karena dia selalu mengkritik apapun yang saya lakukan, apapun yang saya perbuat, semuanya. Sampai saya pernah berfikir, kenapa dia ada didunia..

Bertambah usia, saya menyadari bahwa dia melakukan itu karena saya adiknya, saya menjadi tanggung jawabnya sebagai kakaknya. Saya juga menyadari sepenuhnya, karena orang tua terlalu sibuk dengan saudara-saudara saya. Maklumlah keluarga besar..

Bertambah usia, apapun yang saya kerjakan dan apapun yang akan saya kerjakan, saya selalu bercerita, bertanya, dan ‘malah’ saya selalu meminta saran atau bagaimana sebaiknya. Sampai sekarang… meskipun pertanyaan dan saran yang saya minta dia tidak bisa menjawab, dan memberi saran meskipun sedikit. Diam seribu bahasa…

Dulu saya bertatap muka langsung denganya, sampai jarak memisahkan masih saya berkomunikasi denganya. Sampai dia terbaring tak berdaya, beristirahat dengan damainya di pusara, saya tetap bercerita, bertanya dan apapun yang telah saya lakukan, yang telah capai selama ini (saya sempat berjanji padanya)… Tapi sayang dia tidak bisa melihat saya saat ini.

Happy birthday my lovely sister, Dewi Ratna Novitasari…

Advertisements

Ledakkanlah…!!

Perlukah manusia mengungkapkan segala yang ada di pikiran atau unek-uneknya??

Kalo pengin sedih ya nangis, kalo dirasa itu perlu nangis, kalo lagi marah, keluarkan amarahmu jangan sampai tersisa, banting apa yang ada jika itu bisa membuat lega, atau jika itu dirasa terlalu berharga (karna belinya mahal atau mungkin hadiah dari seseorang), maka sediakanlah guling atau samsak sebagai objek kekesalan, atau dengerin musik yang aliran keras – heavy metal atau punk, atau sejenisnya- dengan volume yang maksimal, ibaratkan diri sendiri menjadi vokalis atau menjadi salah satu pemain alat musik, bergayalah sepuas hati.

Nahh… Kalo lagi enek sama seseorang? apa yo langsung meludahinya atau memberikan umpatan-umpatan yang menurut kita pantas untuk orang tersebut? atau mungkin membanting orang yang bersangkutan? atau memukul bak samsak yang menggantung dan selalu menantang kita apapun yang terjadi?

Bagaimana kalo orang yang dimaksut adalah atasan kita, yang notabene kita harus respect dan hormat sama ‘dia’ –lebih halus lagi beliau–. Apa kita hanya menyimpan kekesalan dan kemarahan kita didalam hati??? Halowww… Ruang dihati kita terbatas, sudah terlalu banyak perasaan dan segala hal-hal yang sudah tersimpan disana. Bayangkan, jika anda berusia lebih dari setengah abad. Maka selama itu pula hati menyimpan perasaan, amarah, kesal, gundah-gulana, dll. Jangan kita jejal lagi dengan amarah yang baru yang justru membuat semakin sesak ruang di dalam hati.

So, what would you do??

hmm,, do as u can. Just simple. Kalo bisa menahan, tahanlah. jika merasa sudah tidak kuat, ledakkanlah.. caranya, sesuai dengan kemampuan dan kebiasaan kita. karena yang tahu batas kesabaran dan amarah kita adalah kita sendiri, you are the king of yourself.

 

CPNS Pertanahan Nasional 2010


Dalam rangka pengisian formasi Pegawai Negeri Sipil tahun 2010 yang lowong, Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia memberi kesempatan bagi putra-putri terbaik bangsa untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil melalui seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan II dan Golongan III Tahun Anggaran 2010 dengan ketentuan sebagai berikut:
Kualifikasi Pendidikan

* Magister Antropologi: 1 orang
* Magister Hukum: 2 orang
* Magister Sejarah: 2 orang
* Sarjana Hukum: 75 orang
* Sarjana Teknik Geodesi: 100 orang
* Sarjana Geografi: 75 orang
* Sarjana Ekonomi: 50 orang
* Sarjana Ilmu Administrasi Negara: 10 orang
* Sarjana Pertanian (Sosial Ekonomi Pertanian/Ilmu Tanah): 75 orang
* Sarjana Komputer (Teknik/ Manajemen Informatika): 20 orang
* Diploma 3 Akuntansi: 75 orang
* Diploma 3 Komputer: 50 orang
* Diploma 3 Administrasi Pertanahan: 60 orang
* Diploma 1 Pengukuran dan Pemetaan Kadastral: 275 orang Continue Reading

10 sepuluh 10

Akhirnya selesai juga. Dan tepat pada tanggal 10 bulan 10 tahun 2010 ini  saya manfaatkan untuk me-launching blog ini. Haa.. gayanya. Boleh lah naris sedikit, selama narsis itu belum dilarang dan selama narsis itu untuk kebaikan. 😀

Sebetulnya blog ini udah lama, tapi berhubung belum ada ide dan konsep apa yang pas, trus penyakit malesnya menjalar dan kesibukan yang semakin menyita waktu (haaiiiiaah !!!), maka timbullah suatu keinginan untuk melanjutkan dan menyelesaikan apa yang sempet saya mulai.

Blog ini hanya sekedar apresiasi keisengan, menyalurkan “kegatelan” jari-jari tangan yang ingin menyampaikan sesuatu lewat tulisan, sedikit berbagi, serta membantu teman-teman yang mungkin membutuhkan.

Pada kesempatan yang baik ini (serasa bikin album rekaman aja, ;p ), saya ingin menyampaikan terima kasih, kepada mereka-mereka yang telah memberi inspirasi pembuatan blog ini, teman-teman yang antusias atas quesiener yang saya berikan, dan ruang 34 (ukuran 3×4) yang sangat berjasa dalam pembuatan blog ini, and the last but not least, untuk seseorang yang telah mengingatkan, akan peristiwa apa yang akan terjadi pada double triple 10 ini, tanggal 10 bulan 10 tahun 2010. Terima kasih, mungkin hanya ini yang bisa saya persembahkan saat ini.

10 ciri khas Makassar

1. Coto Makassar

Coto Makassar atau Coto Mangkasara adalah makanan tradisional Makassar, Sulawesi Selatan. Makanan ini terbuat dari jeroan (isi perut) sapi yang direbus dalam waktu yang lama. Rebusan jeroan bercampur daging sapi ini kemudian diiris-iris lalu dibumbui dengan bumbu yang diracik secara khusus. Coto dihidangkan dalam mangkuk dan dimakan dengan ketupat dan “burasa”. Saat ini Coto Mangkasara sudah menyebar ke berbagai daerah di Indonesia, mulai di warung pinggir jalan hingga restoran. Dan direncanakan mulai bulan November 2008 Coto Makassar akan menjadi salah satu menu pada penerbangan domestik Garuda Indonesia dari dan ke Makassar.

Continue Reading

Interesting Places in Makassar

Kota makasar atau sering dikenal dengan sebutan Ujung Pandang merupakan ibu kota dari provinsi Sulawesi Selatan. Di kota ini ada suku Makassar, Bugis, Toraja dan Mandar. Makanan khas Makassar adalah Coto Makassar, Roti Maros, Kue Tori’, Palabutung, Pisang Ijo, Sop Saudara, dan Sop Konro. Keanekaragaman budaya, makanan khas dan keindahan alamnya seperti pantai losari, benteng rotterdam dan lain-lain menjadikan Makassar menjadi salah satu tempat tujuan wisata di Indonesia yang harus anda kunjungi.

Berikut ini adalah daftar beberapa tempat menarik yang mungkin bisa anda kunjungi :

Benteng Rotterdam.

Continue Reading