Sekenang kedar-kedaran dari Bira

24.07.2010. 12 hari penantian akhirnya membuahkan buah-buahan yang manis dan segar. Tidak sia-sia juga perjalanan yang teramat panjang, melelahkan, dan membutuhkan banyak pengorbanan (yang pasti bukan korban nyawa), dibela-belain cari yang namanya body protector, padahal ujan-ujan. Emang penting banget yang satu ini

Detik-detik menjelang keberangkatan

Jam 07.47 wita. Masih semangat membara seolah akan berperang melawan sekutu. Aksalam dengan peralatan medisnya, Fair dengan big headsetnya, Ilham dengan kacamata pantai yang baru beli, Khadafi dengan jaket Adidasnya (kayanya tiruan deh, hahaa), Adi dengan gitar tuanya, Adolf dengan rambut ala Andika.. haha.. Marah dia), Dadang dengan logat bugisnya, pa Ragel dengan bola voli dan sandal jepitnya, Wawan dengan gaya tengilnya, mas Iceng dengan BBnya, dan laen laen.. Semua berkumpul di depan GSG, disana sudah tersedia segumpalan bungkusan dalam kantong plastik merah besar di atas meja. Semua yang baru datang mengambil segumpalan bungkusan tersebut satu satu. Membukanya, melihatnya dengan penuh nafsu, memegangnya dengan erat-erat, dipilihnya benda kenyal yang ditengah-tengahnya berwarna kuning, dimasukkan kedalam mulut… Rasa lapar jadi berkurang berkat jasa dan pengabdian kawanan lauk dan kuningnya nasi dalam bungkusan.

Jam 08. 05 wita. Masih belum pada dateng semua.

Jam 07.75 wita. Masih ngaret !! (memang dasar orang Indonesia, ga bisa on time). Harusnya memang jam 8 tepat sudah berangkat, sesuai kesepakatan pas TM. Jadi biar ga keliatan ngaret waktunya jadi jam 7 lebih 75 menit.
Continue Reading